Yesus Kristus adalah Tuhan, Anak Allah yang Mahatinggi, serupa dengan Allah, namun Ia tidak mempertahankan posisi-Nya, Ia menanggalkannya dan merendahkan diri dalam ketaatan pada Bapa.
Dengan demikian Allah Bapa meninggikan-Nya. Tema perenungan minggu ini “Yesus Kristus adalah Tuhan”.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Jemaat Filipi sedang terancam bahaya perpecahan karena keegoisan: masing-masing mempertahankan kepentingan diri sendiri, mencari puji-pujian bagi diri sendiri, menganggap diri sendiri paling utama dari orang lain.
Mereka terusik dengan kehadiran orang-orang yang menentang dan memusuhi Injil Kristus.
Menghadapi situasi dan kondisi ini, ditambah lagi dengan perselisihan yang terjadi di antara hamba-hamba Tuhan (4: 2-3), maka rasul Paulus menasihati mereka supaya bersatu dan merendahkan diri.
Ada empat hal yang ditekankannya:
Pertama
Nasihat (Yun. praklesis: penghiburan, nasihat, dorongan, pembangunan) dalam Kristus (bandingkan Lukas 2:25, 2 Korintus 1:4).
Nasihat dalam Kristus ialah yang berpangkal di dalam dan yang dikuduskan oleh Dia. Nasihat persekutuan kasih dengan Tuhan dan antar sesama anggota jemaat.
Kedua
Penghiburan (paramithion) yang artinya percakapan yang ramah, penghiburan kasih.
Ketiga
Persekutuan (koinonia) Roh. Persekutuan Roh adalah persekutuan yang tercipta karena Roh Kudus. Semua anggota dipimpin oleh Roh Kudus.
Keempat
Kasih mesra (splangchna) dan betas kasihan, kemurahan (oiktirmoi), (ay.1).















