Yesus disebut kurios, Tuhan, maka itu berarti Dialah Tuhan dan pemilik segala kehidupan; Dialah Raja dari segala raja; Dialah Tuhan yang tak dapat disamai oleh dewa-dewa kafir dan patung-patung bisu; Dia sepenuhnya Ilahi.
Pada akhirnya pada suatu waktu setiap lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. (band. Roma 10:9).
Dalam Gereja Filipi ada orang-orang yang mempunyai tujuan untuk memuaskan ambisi pribadinya, sementara tujuan Yesus ialah melayani orang lain, tak peduli berapa dalamnya penyangkalan diri yang diperlukan demi pelayanan itu.
Dalam Gereja Filipi ada orang-orang yang bertujuan mengarahkan perhatian orang pada diri mereka sendiri, tujuan Yesus adalah mengarahkan pandangan manusia kepada Allah.
Jadi, pengikut Kristus hams selalu berpikir bukan mengenai dirinya, melainkan orang lain, bukan demi kemuliaannya sendiri, melainkan kemuliaan Allah, (ay.9-11)
Makna dan Implikasi Firman
Kemajuan yang telah dicapai di era revolusi industri (4.0) tidak harus membuat kita terarah pada langkah yang semakin menuju pada keterikatan dengannya dan ketergantungan hidup pada Tuhan Yesus tidak sepenuhnya lagi.
Kemajuan dan kehebatan manusia dalam berinovasi di berbagai bidang kehidupan manusia acapkali membuat kita terkagum-kagum. Kita seringkali lupa pada sumber dari kehebatan manusia di zaman ini.
Pandangan kita lebih terarah pada apa yang terlihat dan dirasakan atau dinikmati dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Manusia mengejar pengakuan sesamanya agar dihargai dan diutamakan dalam komunitasnya. Hal ini menimbulkan sikap yang ambisi mementingkan diri sendiri.
Bekerja bukan untuk peningkatan kualitas pekerjaan demi manfaatnya bagi banyak orang tapi demi untuk dirinya sendiri.















