RELIGI  

MTPJ GMIM 22-28 Januari 2023 : Yesus Kristus adalah Tuhan

Rasul Paulus meminta kepada jemaat agar menyempurnakan sukacitanya melalui cara hidup dengan sehati sepikir (phronein) supaya mereka dipenuhi dan dipimpin oleh perasaan, pikiran, keinginan, dorongan, kasih dan tujuan yang sama.

Ia mendorong jemaat supaya tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia, dan sebaliknya dengan rendah hati menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.

Kerendahan hati tersebut harus terwujud dalam pergaulan, pikiran, perasaan dan harapan serta hubungan satu dengan yang lain.

Semua anggota jemaat sama di hadapan Tuhan, karena itu tiap anggota berhak atas pelayanan dan penerimaan dari anggota yang lain.

Semua anggota jemaat diterima dalam pelayanan karena mereka semua telah menerima kasih karunia dari Kristus.

Lebih ditegaskan lagi mereka harus memperhatikan kepentingan orang lain dari pada dirinya sendiri.

Kepentingan sendiri sama sekali tidak boleh menjadi tujuan usaha dari pekerjaan anggota-anggota jemaat, (ay.2-4).

Rasul Paulus mengajak jemaat Filipi agar dalam hidup bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus.

Hal itu diungkapkan supaya jemaat hidup secara harmonis, menyisihkan segala pertentangan, menanggalkan ambisi-ambisi pribadi, kebanggaan dan keinginan untuk menjadi yang paling utama.

Dan supaya mereka memiliki rendah hati serta keinginan melayani tanpa pementingan diri sendiri, yang semuanya merupakan inti kehidupan Kristus.