RELIGI  

MTPJ GMIM 22-28 Januari 2023 : Yesus Kristus adalah Tuhan

Yesus Kristus adalah rupa Allah (form of God). Dalam bahasa Yunani untuk form (rupa) yaitu morfe dan skhema. Keduanya dalam bahasa Inggris hanya berarti form.

Namun morfe dan skhema berbeda makna. Morfe adalah rupa hakiki yang tidak pernah berubah, sedangkan Skhema adalah rupa hakiki yang dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari kedaan yang satu ke keadaan yang lain.

Paulus menggunakan kata morfe untuk mengatakan bahwa Yesus adalah rupa Allah. Jadi artinya, keberadaan Yesus yang tak dapat berubah itu bersifat Ilahi. Meskipun rupa (skhema) luar-Nya berubah, (ay.5- 6).

Kalimat “telah mengosongkan diri-Nya sendiri” menjelaskan bahwa mengosongkan (Yunani: kenoun) dapat dipakai untuk memindahkan barang dari satu wadah hingga semuanya habis tidak tersisa apapun.

Kata mengosongkan diri untuk menjelaskan pengorbanan Yesus Kristus menjelma menjadi manusia (inkarnasi), karena kemuliaan keallahan Yesus terletak dalam kesediaan-Nya melepaskan kedudukan-Nya untuk menjadi manusia.

Inilah kebenaran agung yang menyelamatkan bahwa Dia adalah kaya dan Mahatinggi menjadi miskin dan rendah demi kita. Ia merendahkan din dan taat sampai mati, (ay.7-8).

Dan kasih yang penuh pengorbanan, Allah memberikan Yesus nama di atas segala nama.

Suatu gagasan yang umum dalam Alkitab yaitu memberi suatu nama baru untuk menandai suatu tahapan baru dalam hidup manusia.

Abram menjadi Abraham ketika ia menerima janji Allah (Kejadian 17:5). Yakub menjadi Israel ketika Allah masuk ke dalam hubungan baru dengannya (Kejadian 32:28).

Janji Kristus yang bangkit kepada Pergamus dan FiIadelfia ialah janji akan suatu nama baru (Wahyu 2:17; 3:12). Gelar agung Yesus ialah kurios, “Tuhan, tuan atau pemilik”.