Walaupun waktunya tidak dinyatakan secara pasti, tetapi tersirat, umat berbalik kepada Tuhan Allah melalui pertobatan (2:12-17).
Yoel 2:18-27 merupakan pemberitaan tentang janji pemulihan Yehuda dan Yerusalem.
Keadaan akan dipulihkan setelah malapetaka yang membinasakan tanah dan segala yang hidup di atasnya.
Bicara soal tanah (erets) dipahami sebagai metafora ikatan perjanjian antara Yahweh dengan Israel yang selalu diingat disepanjang sejarah Israel sebagai umat Allah.
Eksistensi Israel selalu terjamin selama tanah perjanjian itu memberikan kehidupan kepada mereka.
Kehilangan atas pemilikan ataupun produktivitas tanah adalah suatu ancaman besar bagi perjalanan bangsa Israel dalam kedudukannya sebagai umat pilihan Tuhan.
Pernyataan dalam ayat 18, “Tuhan menjadi cemburu karena tanah-Nya”…(ay.18a). Kata `cemburu digunakan dalam Perjanjian Lama sebagai metafora hubungan Tuhan Allah dengan Israel sebagai pasangan suami istri (bdk. Hos.2:18-19).
Dalam hubungan perkawinan tersebut maka sewajarnyalah akan menimbulkan kecemburuan bila terjadi ada satu pihak berperilaku yang tidak setia (bnd. Keluaran 20:5; Yesaya 9:6).















