Cemburu (Ibr. Qana’) merasa tidak senang melihat; sirik; kurang percaya; curiga (karena iri hati): Cemburu (Ingg. Jealousy) iri hati yang membangkitkan kemarahan.
Tuhan menjadi cemburu secara positif berarti Tuhan Allah menuntut kesetiaan dan ibadah hanya kepada-Nya.
Kecemburuan juga dihubungkan dengan murka Allah (bnd. Mazmur 79:5), dan teks ayat 18.a diartikan sebagai motivasi awal belas kasihan Tuhan Allah untuk menyelamatkan. (ay.18b).
Cemburu dan belas kasihan menunjukkan bahwa Tuhan Allah memberi perhatian besar terhadap tanah-Nya sendiri dan kepada umat-Nya.
Tuhan Allah tidak tega melihat penderitaan tanah dan umat-Nya yang telah dihancurkan.
Seruan dan pertobatan Yehuda dan Yerusalem didengarkan-Nya atas dasar perjanjian kasih yang telah terjalin sejak nenek moyang mereka.
Kecemburuan Tuhan Allah juga harus dilihat sebagai reaksi atas pertanyaan bangsa-bangsa…di mana Allah mereka ? (ay.17).
Allah mendengar, memerhatikan keluhan dan ratapan umat-Nya dipertegas dengan pernyataan di ayat 19 “Tuhan menjawab… sesungguhnya (lihatlah)…” memberi petunjuk bahwa ratapan dan doa Israel telah didengar oleh Tuhan.















