Sebab kehilangan kepemilikan ataupun produktivitas tanah adalah suatu ancaman besar terhadap perjalanan bangsa Israel dalam kedudukannya sebagai bangsa pilihan.
Kini pemulihan dialami umat, sebagai tanda awal zaman kesejahteraan yang Tuhan Allah lakukan: maka bersoraksoraklah (bergembiralah) karena Tuhan Allah telah melakukan perkara yang besar! (ay.21).
Jangan takut hai Binatang binatang, karena rumput akan bertumbuh dan menghijau. Pohon-pohon menghasilkan buah: yakni pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaan (buah) dan kekuasaan.
Segala perubahan ini menunjuk pada telah datangnya zaman keselamatan (ay.22).
Selanjutnya sapaan `hai bani Sion’ (penduduk Yehuda dan Yerusalem) menunjukkan bahwa hubungan Tuhan Allah dengan umat-Nya terjalin erat, ikatan perjanjian telah dipulihkan kembali.
Sebagai ganti ratapan yang memilukan, umat diajak agar bersorak-soraklah (Ibr. gilu) dan bersukacitalah (lbr. wesimkhu), karena Tuhan Allahmu.
Dia telah memberi berkat dengan memulihkan tanah dan pohon-pohon yang menghasilkan buah.
Tuhan Allah juga akan menurunkan hujan awal (masa menanam) hingga hujan akhir musim (masa menuai) yang berkelimpahan ( ay. 23).















