Jemaat Tuhan,
Perjuangan kita bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Pengantin perempuan adalah metafora atau kiasan orang percaya atau gereja.
Kita tahu bagaimana pengantin perempuan dipersiapkan untuk pernikahan. Segala sesuatu dibuat indah, sempurna, mempesona dan mengesankan.
Demikian hidup kita harus selalu mempersiapkan diri, berusaha, berjaga-jaga dan berdoa agar tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Yesus Kristus, pengantin Pria.
Karena, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,” (Yohanes 1:14.a).
“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20).
“Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.”
Kemah Allah, skhnh = skene kemah, tabernakel, tabut perjanjian. Tempat kehadiran Tuhan Allah dalam Bait Suci.
Jemaat Tuhan,
Langit dan bumi yang baru atau sorga adalah tempat dan keadaan sama sekali baru dari yang lama dimana tidak ada maut, perkabungan, ratap tangis, dukacita. Atau laut tidak ada lagi.
Laut sering dimetaforakan sumber kejahatan, membawa pemisahan dan lain sebagainya. Tugas kita sebagaimana amanat Tuhan Yesus Kristus dalam khotbah di Bukit.
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga,” (Matius 5:9-10, 12).

















