Sementara Ibadah dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt DR Hein Arina dengan dihadiri pengurus BPMS, Ketua-ketua BPMW, BPMJ, Pelayan Khusus dan jemaat dari berbagai tempat serta tamu undangan.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw dalam sambutannya menyampaikan perayaan tahun 2024 ini dalam tuntunan Roh Kudus. “Kita percaya pasti cuma campur tangan Tuhan sehingga kita merayakan perayaan HUT yang ke-193 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM,” tukasnya.
Penatua Steven Kandouw menuturkan saat ini bisa dibilang menjadi era keemasan GMIM di berbagai aspek. “Baik aspek diakonia, marturia, dan koninonia, rasa-rasanya kita sudah on the track dan sudah melangkah jauh lebih baggus dari yang lalu-lalu,” kata dia. Lanjut Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Diakonia itu, keberadaan GMIM menjadi kebanggaan bagi semua jemaat dan harus terus dijaga, dipeliharan dan dibimbing.
Lebih lanjut, Wagub Steven menuturkan bagaimana pendidikan di Sulawesi Utara pernah menjadi primadona di masa lampau. Dimana dalam sejarah pendidikan di Indonesia pada zaman kolonial Belanda, Pemerintah waktu itu merekrut tenaga pendidik dari penduduk asli Indonesia. Di dalamnya merekarut ribuan tenaga pendidik dari tanah Minahasa di dalamnya orang-orang dari lingkungan GMIM yang dinilai sangat potensial.
Untuk itu momentum perayaan HUT PI dan Pendidikan Kristen ini, dia mendorong pendidikan GMIM semakin maju dan meningkat.
(BTG)


















