BOLMUT  

Ketua Pemuda Muhammadiyah Bolmut Tegaskan Jadilah Pemuda Negarawan Dengan Tidak Berpolitik Praktis

Bolmut, BERITASULUT.CO.ID – Jelang Pilkada Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) 2024, geliat pergerakan dan persaingan para kontestan mulai terasa. Karenanya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Bolmut, Marsum Syah R. Mokodompis mengingatkan agar kader Pemuda Muhammadiyah Bolmut untuk menjaga nama baik Persyarikatan Muhammadiyah.

Lewat awak media BERITASULUT.CO.ID pada Kamis (10/10/2024), Marsum mengatakan bahwa Pemuda Muhammadiyah harus netral, jangan berpolitik praktis dan membawa-bawa organisasi dalam berpolitik. tetapi Muhammadiyah membebaskan warganya untuk berpolitik.

Pemuda Muhammadiyah tidak boleh menyalahgunakan nama dan simbol organisasi untuk mendukung salah satu kontestan tertentu, siapapun itu.

“Jangan membawa-bawa nama dan simbol-simbol Muhammadiyah,” tegas Mokodompis.

Menurut Marsum, sebagai sebuah organisasi Islam dan organisasi dakwah amar makruf nahi munkar dan tajdid, politik bagi Muhammadiyah bukanlah politik kekuasaan, melainkan politik nilai.

“Artinya, politik bagaimana caranya supaya pihak-pihak yang bersaing dalam Pilkada, menjunjung tinggi dan berusaha untuk menerapkan nilai luhur Pancasila dan dalam hukum dasar negara, yaitu UUD 1945,” tuturnya.

Dia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah menyambut gembira kemunculan semua nama-nama Calon Bupati untuk Pilkada Bolmut 2024.

Meski Muhammadiyah netral dalam menyikapi dunia politik, tapi Muhammadiyah memberikan kebebasan bagi kader Pemuda untuk mendukung calon tertentu, asalkan tidak melanggar poin di atas, yakni menyalah gunakan atau membawa-bawa nama dan logo Persyarikatan dalam kegiatannya.

“Dalam konteks Pilkada, sudah jelas Muhammadiyah tidak akan terlibat dengan kegiatan dukung mendukung siapa yang akan dipilih menjadi Bupati,” sambungnya.

Pernyataan ini sebagai bentuk himbauan kepada seluruh kader Pemuda Muhammadiyah Bolmut agar menyikapi pesta demokrasi sebagaimana mestinya dan jangan mencederai nilai-nilai demokrasi ataupun mencederai marwah Muhammadiyah lewat politik praktis dengan cara-cara yang melanggar asas keutuhan demokrasi hanya karena keuntungan pribadi.

Kebebasan memilih dan dipilih itu adalah hak warga negara yang sudah memenuhi syarat sebagaimana yang tertera dalam amanat undang-undang.

Silahkan memilih dan jangan kibarkan Panji Pemuda Muhammadiyah pada salah satu paslon tertentu. Kita harus netral dan jangan terjebak dalam politik praktis.

Mokodompis menambahkan, bahwa mereka memberikan apresiasi kepada KPU dan Bawaslu dalam melaksanakan tahapan dan pengawasan dengan begitu baik, profesional dan berintegritas.

Pihaknya juga memberikan dukungan kepada Polri dan TNI yang telah mengawal tahapan pilkada dan selalu berusaha menciptakan keamanan serta ketertiban di masyarakat.

Fastabiqul Khairat

(FHIK)