Mazmur dalam bahasa Ibrani adalah Tehilim berarti Puji-Pujian atau Nyanyian-Pujian, disebut juga Psalter yang merupakan koleksi syairsyair keagamaan yang biasanya digunakan dalam upacara di Bait Allah.
Penyusunan Kitab ini diakui bukan hanya oleh satu orang. Daud disebut-sebutkan sebagai pesajak yang suka menciptakan mazmur, kemudian ada nama Salomo sebagai penerus Daud dan beberapa orang lainnya.
Tetapi yang pasti bahwa Mazmur ini disusun oleh kelompok ‘orang bijak’. Dan diperkirakan dibukukan sebelum permulaan abad ke-2 SM.
Mazmur 72:1-11 adalah sebuah mazmur yang memberikan gambaran tentang doa bagi pemerintahan raja yang adil.
Mazmur ini merupakan salah satu dari sekian banyak mazmur yang dipersembahkan kepada raja-raja Israel atau kepada Raja Mesias yang diharapkan.
Mazmur ini mengungkapkan kerinduan akan seorang pemimpin yang memerintah dengan bijaksana, membawa keadilan bagi rakyatnya, memberikan perlindungan kepada yang lemah dan teraniaya.
Dalam konteks Perjanjian Lama, Mazmur ini menjadi suara harapan bagi raja-raja Israel untuk memimpin dengan integritas dan kebijaksanaan, agar berhasil, dihormati bangsa-bangsa dan diberkati berlimpah-limpah oleh Tuhan Allah.
Ayat 1-2 merupakan permohonan kepada Tuhan Allah agar dapat memberikan hikmat dan keadilan-Nya kepada raja dan keturunannya.
Ayat-ayat ini menyiratkan harapan bahwa raja akan menerapkan keadilan yang sempurna dan membawa kabar baik bagi rakyatnya.
Mazmur ini dikatakan dari Salomo putra Raja Daud, yang terkenal karena hikmatnya.
















