Kata ve-lifnei yareach secara harfiah berarti “di hadapan bulan.” Bulan juga merupakan simbol kekuasaan dan kemuliaan.
Selama matahari beredar dan bulan bersinar pemerintahan yang berkeadilan itu akan bertahan turun-temurun.
Metafora matahari dan bulan mengungkapkan harapan keberlangsungan pemerintahan raja yang adil.
Dengan keagungan dan kemuliaan dari pemerintahan raja yang adil maka raja akan dihormati oleh rakyatnya sebagaimana matahari dan bulan yang menjadi tanda kekuasaan Tuhan Allah dalam penciptaan-Nya.
Kata kematar artinya “seperti hujan.” Hujan sering kali merupakan simbol dari berkat dan kemurahan Tuhan Allah.
Artinya, pemerintahan raja yang adil akan diberkati seperti hujan yang membasahi rumput yang kering dan gerimis yang mengairi tanah yang membutuhkan air.
Ini adalah gambaran tentang kelimpahan dan kesejahteraan yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat.
Ayat 7-8, berisi doa tentang pemerintahan raja yang adil dan membawa damai sejahtera bahkan berlimpah-limpah perdamaian dan kesejahteraan (kata ve-rov shalom artinya banyak damai sejahtera).
Diperluas dari samudera atau dari dasar laut, dan dari sungai-sungai sampai ke ujung bumi. Kata ujung bumi berasal dari kata Ibrani ad-afsei-eretz.
Kata ini menekankan bahwa kekuasaan dan pengaruh raja yang adil akan meliputi seluruh wilayah yang luas.
















