Pada ayat 3 disebutkan bahwa Mesias itu akan bertindak (amad, berdiri) dengan kekuatan dan kemegahan nama TUHAN.
Ia yang menggembalakan itu mengingatkan memori pemerintahan Daud di mana TUHAN telah berfirman kepadanya, “Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel” (lih. 2 Samuel 5:2).
Mesias ini akan menggembalakan umat Allah melampaui kemegahan Daud, sebab kebesarannya sampai ke ujung bumi (bnd. Matius 2:6).
Mesias ini menjadi damai sejahtera (syalom, ay. 4), memberikan kedamaian (BIMK), selamat (TL).
Kedamaian dan keamanan menandai pemerintahan Mesias yang akan mengalahkan kekuatan-kekuatan asing yang menindas umat-Nya.
Mesias “akan melepaskan kita” (ay. 5). Asyur dan Babel (“negeri Nimrod”) yang dikalahkan oleh tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia, menunjukkan bahwa Mesias akan mengalahkan musuh itu melalui umat-Nya.
Penggunaan kata ganti orang pertama jamak, kita, menunjukkan Mikha yang mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari komunitas umat Allah yang tidak terkalahkan ini.
Pada ayat 6-8 Mikha menunjukkan melalui nubuatnya bahwa kerajaan Mesias akan meluas kepada bangsa-bangsa melalui umat-Nya yang disebut “sisa-sisa Yakub.”
Struktur yang sama dari ayat 6 dan 7 menunjukkan nubuatan di masa depan ini. Kehadiran umat Allah di tengah bangsa-bangsa akan seperti embun dari TUHAN, seperti dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan, seperti singa di antara binatang-binatang hutan, dan seperti singa muda di antara kawanan kambing domba.
Kehadiran dan pelayanan umat Allah di tengah bangsa-bangsa akan menjadi sumber kehidupan bagi sebagian, laksana embun dan dirus hujan bagi tanaman yang adalah simbol berkat ilahi.
















