Makna dan Implikasi Firman
1. Keadaan damai sejahtera bukanlah sekadar keadaan di mana tidak ada kekacauan. Keadaan damai sejahtera adalah situasi dan kondisi di mana TUHAN Allah hadir dan bertindak di tengah manusia.
Dalam hubungan dengan kehidupan umat-Nya kehadiran TUHAN Allah dinyatakan dalam tindakan-Nya yang membersihkan dan memurnikan umat-Nya dari pelanggaran-pelanggaran dan dosa mereka.
Situasi tertekan yang dialami umat-Nya terjadi karena seringkali melupakan identitasnya dan hidup dalam dosa.
Di dalam keadaan seperti inilah TUHAN Allah hadir dan bertindak dengan penghukuman-Nya, yang dimaksudkan untuk membawa umat-Nya bertobat dan kembali kepada-Nya.
2. Umat yang menyadari hal ini menerima janji pemulihan dari TUHAN Allah yang bertindak bagi umat-Nya dengan membebaskan mereka dari tekanan musuh.
Janji itu diberikan dan dinyatakan melalui kehadiran Mesias keturunan Daud yang akan membawa kelepasan bagi umat-Nya.
3. Apa yang dinubuatkan Nabi Mikha dalam Perjanjian Lama pada akhirnya digenapi di dalam Yesus Kristus yang datang dan lahir di dunia.
Inilah Kabar Baik yang diberitakan gereja, termasuk seruan pertobatan kepada semua orang agar berbalik dari dosa dan menerima karya selamat Yesus Kristus, Mesias yang dinanti-nantikan itu.
4. GMIM sebagai gereja TUHAN berkomitmen untuk terus menyerukan Kabar Baik ini di dalam dan melalui kehidupan umat TUHAN yang diutus untuk hadir di tengah dunia yang bergumul dengan banyak penderitaan karena dosa, dan membawa pengharapan baru bagi dunia.
















