RELIGI  

MTPJ GMIM 26 Jan – 1 Feb 2025 : Saat Hidup Berdiakonialah

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Salah satu ciri khas dari Injil Lukas adalah penulis memakai perumpamaan, cerita atau narasi untuk mengantar pembacanya memahami tentang karya Tuhan Allah dalam Yesus Kristus.

Lukas pasal 16 berisi: perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur (16:1-9), kesetiaan mulai dari perkara yang kecil serta nasihat pernikahan (16:10-18) dan narasi tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin (16:19-31).

Bagian Firman ini menggabungkan antara kehidupan orang Israel di zaman Perjanjian Lama (dengan disebutkan kembali nama Bapa Abraham) dan kehidupan umat Tuhan di zaman Perjanjian Baru (dengan adanya nama Lazarus)

Kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin memberikan gambaran yang jelas mengenai kehidupan manusia selama hidup dan setelah kematian.

Pada satu pihak, dijelaskan bahwa orang kaya, yang tidak disebutkan namanya, menjalani kehidupannya dengan menikmati segala kekayaannya.

Pertama, ia selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus. Penampilanya menggambarkan pakaiannya sangat mahal, sebab jubah ungu hanya dipakai oleh para raja atau bangsawan. Begitu juga dengan kain halus (sejenis bahan sutra) yang harganya mahal.

Kedua, setiap hari ia berpesta pora, bergembira dan bersenang-senang dengan teman-temannya. Hidupnya diwarnai dengan kesenangan duniawi.

Pada pihak lain dijelaskan bahwa ada seorang miskin yang bernama Lazarus badannya penuh borok (Yun. Helko: penyakit bisul yang memenuhi hampir seluruh badan).

Ia tidak dapat bergerak banyak sehingga hanya mampu untuk berbaring. Ia berupaya mencari makan dengan duduk di depan pintu rumah orang kaya tersebut.

Lazarus si miskin hanya berharap dapat menikmati sisa-sisa makanan dari pesta yang diadakan si orang kaya.