RELIGI  

MTPJ GMIM 26 Jan – 1 Feb 2025 : Saat Hidup Berdiakonialah

Ia tak mampu berbuat apa-apa, bahkan anjing-anjing peliharaan orang kaya datang mengerumuninya.

Sungguh pemandangan yang tidak manusiawi, bahwa anjing-anjing peliharaan orang kaya lebih “sejahtera” mendapat makanan yang baik dan bergizi daripada Lazarus yang hanya mencari sisa-sisa makanan saja.

Kekayaan dan kemiskinan tidak dapat menghalangi kematian, pada akhirnya orang kaya dan Lazarus yang miskin mati.

Setelah kematian ditulis bahwa Lazarus dibawa malaikat ke pangkuan Abraham, sedangkan si orang kaya dibawa ke tempat yang penuh penderitaan dan sengsara di alam maut.

Gambaran situasi ini berbeda selama mereka hidup di dunia ini, yakni orang kaya menikmati kebahagiaan dengan segala kemewahannya, tetapi setelah ia mati, ia menderita.

Sebaliknya Lazarus, semasa hidupnya sangat menderita lahir dan batin, tetapi setelah ia mati, ia mengalami kebahagiaan boleh duduk di pangkuan Abraham.

Orang kaya dalam bacaan ini menikmati kehidupannya dengan cara berpakaian mewah dan berpesta pora, ia hanya ingin berteman dan mengundang orang-orang yang status sosialnya setara dengannya.

Kekayaan yang ada padanya hanya untuk diri sendiri, ia tidak peduli dengan orang lain.

Hal ini ditunjukkan dengan sikapnya ketika ada orang miskin di depan pintu rumahnya, ia tidak peduli apalagi membantu baik itu memberi uang atau makanan.

Sisa makanan saja sulit untuk diberikan kepada Lazarus yang miskin dan menderita kelaparan.