Wamen Bima Arya Sebut Kelemahan di Sulut: Kepala Daerah Terkesan Berjalan Sendiri-Sendiri

Wamendagri Bima Arya Sugiarto didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wagub Sulut Victor Mailangkay di lobi Kantor Gubernur Sulut, usai Rapat Asistensi Efisiensi Belanja pada APBD 2025, Rabu (12/3/2025) siang.

Manado, BERITASULUT.CO.ID – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengakui, salah satu kelemahan para kepala daerah di Sulawesi Utara (Sulut) adalah soal koordinasi.

Karena kurangnya koordinasi, maka yang terjadi adalah para kepala daerah terkesan berjalan sendiri-sendiri.

“Kita bicara ini terkait disiplin, koordinasi, kolaborsi. Itu penting!,” ujar Wamen Bima usai memberikan arahan kepada jajaran Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Sulut dalam Rapat Asistensi Efisiensi Belanja pada APBD 2025 yang diselenggarakan di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jln 17 Agustus, Kota Manado, Rabu (12/3/2025) siang.

“Tanpa koordinasi dan kolaborasi, maka gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat yang mengayomi dan memotivasi kepala daerah apakah target-target nasional bisa tercapai? Tidak mungkin,” katanya.

Untuk itu, Wamen Bima berharap di pemerintahan yang baru ini para kepala daerah se-Sulut di bawah koordinasi Gubernur Sulut yang baru Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling SE (YSK), para kepala daerah akan semakin kompak.

Apalagi kata dia, saat retreat kepala daerah di Akmil Magelang beberapa waktu lalu, Gubernur YSK dan para kepada daerah se-Sulut terlihat kompak.

“Ketertiban dari seluruh kepala daerah di Sulut perlu dicontoh di daerah lain. Semoga koordinasi terus berjalan baik,” ujarnya.

Wamen Bima menilai, kehadiran dan disiplin waktu dari para kepala daerah di Akmil Magelang juga mencerminkan keberhasilan dari program retreat yang telah dilaksanakan.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi dan kerjasama antar pemerintah daerah demi kemajuan pembangunan,” katanya.

(DONWU)