MITRA  

Sarpras di salah satu SKPD dikeluhkan masyarakat, begini respon Ketua TAPD Mitra David Lalandos

RATAHAN, BERITASULUT.co.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), David Lalandos, angkat bicara soal keluhan masyarakat terkait tidak memadainya sarana prasarana atau sarpras di salah satu SKPD setempat.

Kepada Beritasulut.co.id baru-baru ini, David Lalandos menjelaskan, untuk menentukan program kegiatan termasuk anggarannya bukan TAPD melainkan SKPD. Tugas TAPD ialah mengucurkan anggaran sesuai yang diajukan oleh SKPD.

“Mereka yang tentukan program kegiatan, bukan TAPD. Tugas kami memberikan anggaran sesuai yang diajukan. Akan diapakan dana ini, SKPD-lah yang tahu persis. Karena merekalah yang paling tahu apa yang mereka butuhkan,” jelas Lalandos.

Lalandos menambahkan, yang menjabarkan anggaran kedalam bentuk kegiatan ialah SKPD itu sendiri.

“Tugas TAPD mengucurkan besaran anggaran sesuai pengajuan. Mau beli apa, diapakan dan untuk apa SKPD-lah yang tentukan. Contoh, kami memberikan anggaran 500 juta untuk kegiatan SPKD. Tugas mereka mana yang prioritas itu yang mereka alokasikan,” tukas Lalandos.

“Terkait sarpras yang dikeluhkan masyarakat, kalau SKPD merasa perlu atau penting untuk membeli atau pengadaan sarpras, ya adakanlah sarpras dulu. Artinya kegiatan yang lain dikurangi, kurangi perjalanan dinas, kurangi kegiatan ini dan itu,” tambahnya.

Menyoal fasilitas layanan publik seperti pendingin ruangan dan kursi tunggu yang dikeluhkan masyarakat, SKPD seharusnya lakukan penghematan di kegiatan lain.

“Jadi anggaran yang ada lebih diarahkan ke kegiatan yang dianggap prioritas atau strategis, seperti pengadaan AC atau pendingin ruangan dan kursi tunggu, agar masyarakat ketika dilayani merasa nyaman,” katanya.

Sekda Mitra ini pun menegaskan, pihak TAPD tidak pernah mencoret program termasuk didalamnya anggaran kegiatan yang diajukan SKPD.

Sebelumnya diberitakan, sarpras yang ada di Kantor Disdukcapil Mitra dinilai kurang memadai dan dikeluhkan masyarakat. Dari pantauan media ini beberapa pekan lalu, warga yang berada di dalam ruang tunggu pelayanan adminduk sering keluar masuk. Contohnya, Anggelina saat diwawancarai mengaku merasa tidak nyaman saat berada di ruangan tersebut.

“Di dalam (ruangan) panas, saya gerah dan keringetan makanya saya keluar masuk, padahal sudah sore hari. Di dalam ruangan tidak ada AC (pendingin ruangan, red),” keluh Anggelina, senada dengan warga lainnya.

Bukan itu saja, tampak juga kursi tunggu di depan kantor kurang memadai. Menyebabkan beberapa warga harus duduk di pelisiran samping kantor.

Hal tersebut pun diakui Kepala Dinas Dukcapil Mitra, Piether Owu, saat ditemui media ini. Ia membeberkan memang di dalam ruangan pelayananan adminduk tidak ada AC atau pendingin ruangan. Begitu juga kursi tunggu di depan kantor yang menurutnya sudah tidak lagi memadai.

“Kami upayakan tahun depan akan menganggarkan untuk pengadaan AC dan kursi tunggu. Nantinya kami menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada. Kami akan berusaha mencari solusi, agar masyarakat merasa nyaman,” beber Owu. (HENGLY)