Manado,BERITASULUT.CO.ID- Yayasan Kairos Pelita Hati, melalui Suara Kabar Baik Tinavel Ministry, menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) akbar lintas denominasi gereja. Dengan melibatkan denominasi gereja di Indonesia, antara lain GMIM, GPdI, KGPM, Gereja Bethany Manado, dan GBI Menorah.
KKR Mujizat Kesembuhan ini mengambil tema ‘Waktunya Sudah Dekat’ akan di laksanakan selama 4 hari, mulai Senin 27 April sampai Kamis 30 April 2026. KKR Mujizat Kesembuhan ini di awali dengan Doa Pembukaan, kemudian dilanjutkan pembacaan laporan, sekaligus surat izin dari Ketua Panitia Pdm. Ronald V. Pelealu, ST, S.Th;
Dalam sambutan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus,SE yang di sampaikan oleh Wakil Gubernur Sulut Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H, mengapresiasi kepada kepada Yayasan Kairos Pelita Hati, Ministry Suara Kabar Baik Tinavel, serta seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, mulai dari tahap perencanaan hingga terselenggaranya kegiatan ini.
“Mari kita terus menaikkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas kasih dan anugerah-Nya, kita semua boleh berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat, penuh sukacita iman, dan dalam semangat kebersamaan untuk mengikuti Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan Kesembuhan Ilahi,”ujar Mailangkay.
Lebih lanjut, Tentunya, tidak mudah mempersiapkan sebuah kegiatan rohani yang melibatkan banyak orang, tenaga, dan waktu. Namun karena kerinduan untuk melayani Tuhan dan sesama, semua ini dapat terlaksana dengan baik.
“Kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani seperti ini memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan kita. Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan sehari- hari, seringkali kita lupa untuk berhenti sejenak, merenung, dan kembali membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Melalui KKR ini, kita diajak untuk
kembali kepada Tuhan, memperbaharui iman, serta memperkuat keyakinan kita sebagai umat percaya,”jelasnya.
Katanya, Tema yang diangkat, yaitu “Waktu-Nya Sudah Dekat” sebagaimana tertulis dalam Wahyu 1:3, menjadi pengingat yang kuat bagi kita semua. Bahwa waktu yang kita miliki adalah anugerah yang harus digunakan dengan bijaksana.
“Kita diajak untuk hidup lebih sungguh-sungguh, hidup dalam kebenaran, serta menjadi terang dan garam di tengah dunia ini. Tema ini juga mengandung ajakan untuk tidak menunda-nunda pertobatan, tidak menunda untuk berbuat baik, dan tidak menunda untuk hidup sesuai dengan
kehendak Tuhan. Karena kita tidak pernah tahu kapan waktu itu tiba, maka yang terpenting adalah bagaimana kita hidup hari ini dengan penuh iman, kasih, dan pengharapan,”ungkapnya.
Mailangkay pun mengatakan bahwa tantangan kehidupan saat ini tidaklah ringan. Berbagai persoalan seperti tekanan ekonomi, permasalahan sosial, bahkan pergumulan pribadi seringkali membuat manusia merasa lemah, putus asa, dan kehilangan arah.
“Dalam kondisi seperti ini, kehadiran kegiatan rohani seperti KKR menjadi sangat relevan dan dibutuhkan. Melalui kebaktian ini, kita percaya bahwa Tuhan sanggup memulihkan. Bukan hanya secara rohani, tetapi juga secara emosional dan bahkan jasmani. Karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup, yang
peduli, dan yang terus bekerja dalam kehidupan setiap orang yang percaya kepada-Nya,”ujarnya.
Ia pun menyampaikan, bahwa dalam KKR Kesembuhan ini Biarlah setiap firman yang disampaikan, setiap doa yang dinaikkan, dan setiap pujian yang dinyanyikan, menjadi sarana bagi Tuhan untuk menyentuh dan mengubahkan hidup kita. Sehingga ketika kita kembali ke rumah, ke tempat kerja, dan ke lingkungan kita masing-masing, kita membawa dampak yang positif bagi orang-orang di sekitar kita.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memandang bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, ekonomi, dan kesejahteraan lahiriah semata. Lebih dari itu, pembangunan juga harus menyentuh aspek mental dan spiritual masyarakat. Karena melalui masyarakat beriman, memiliki nilai moral yang baik, serta hidup dalam kasih dan damai, akan menjadi fondasi yang kokoh bagi kemajuan daerah. Karena itu, kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini. Kami percaya bahwa melalui kegiatan ini, akan tercipta masyarakat yang semakin rukun, saling menghargai, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman,”tandasnya.
Ia pun mengajak untuk bisa terus bersinergi dan kebersamaan antara gereja, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun daerah ini. Sebab hanya dengan semangat persatuan dan iman yang teguh, kita dapat membawa daerah menuju Sulawesi Utara maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Kiranya kegiatan ini berjalan dengan lancar, membawa berkat bagi setiap yang hadir, dan menjadi titik tolak kebangkitan rohani yang nyata bagi gereja, masyarakat, dan daerah yang kita cintai bersama,”pungkasnya.
Sementara itu Pembina Yayasan Karios Pelita Hati, Pdm. Ir Eliasar Lekitonu M.Th, M.Pdk,MM; mengungkapkan KKR Mujizat dan Kesembuhan ini, diharapkan akan membangkitkan dan meningkatkan iman umat kepada Yesus Kristus.
“Ditargetkan terjadi pertobatan massal dan kesembuhan secara fisik serta terbangunnya solidaritas dalam satu tubuh Kristus untuk melaksanakan amanat Agung,” kata Pdm Eliasar, yang didampingi, Ketua Yayasan Pdm. Deiby B Najoan S.Pdk; dan Ketua SKB Tinavel Pdm. Johanes Pandaleke SE, S.Th.
Diketehui, Sejumlah tokoh gereja hadir dalam KKR akbar ini, mereka antara lain Pastor (Ps) Risuli Lubis; Ps Debby Basjir; Ps Frangki Rewah; Ps Glady F Tuwoh; dan Ps Vriego Soplely.
(IKA)














