Cegah virus corona, Kemendikbud terbitkan surat edaran untuk sekolah

  • Bagikan
Cegah corona
Cegah virus corona.

JAKARTA, BERITASULIT.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan surat edaran bernomor 2729/C/PD/2020 yang ditujukan kepada sekolah-sekolah tertanggal 21 Februari 2020.

Salinan surat edaran itu diperoleh di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Isinya tentang kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit pneumonia, yang menjadi salah satu gejala virus corona atau COVID-19.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Pelaksana Tugas Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah Harris Iskandar tersebut, Kemendikbud meminta sekolah untuk mengoptimalkan kader kesehatan remaja atau dokter kecil di sekolah, dalam upaya menginformasikan pencegahan penyakit yang diakibatkan virus COVID-19 melalui cuci tangan pakai sabun.

Kemendikbud juga meminta, agar sekolah dan puskesmas untuk saling berkoordinasi dalam pencegahan penularan penyakit infeksi saluran pernapasan tersebut.

Warga sekolah juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan, serta turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19.

Selain itu, warga sekolah juga diminta untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar terhindar dari penularan virus COVID-19 tersebut.

PDPI: Ada tiga jenis pneumonia

Sementara itu, dijelaskan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia, atau kerusakan fisik paru.

Pneumonia dapat menyerang semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia (lansia). Kendati populasi yang paling rentan terserang penyakit ini adalah balita dan lansia.

Gejala yang muncul akibat pneumonia di antaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak atau kesulitan bernapas. Beberapa kasus ditemukan mengalami gejala yang lebih berat. Pada lansia atau orang yang memiliki penyakit penyerta, risikonya akan lebih tinggi dan bisa menimbulkan komplikasi.

Baca Juga:  Peringati Hari Kanker Sedunia 2020, ini ajakan Prof Paula Runtuwene

PDPI menjelaskan, ada tiga jenis pneumonia yang dibedakan berdasarkan dari mana sumber infeksinya. Pertama yaitu community acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas, hospital acquired pneumonia (HAP), dan ventilator associated pneumonia (VAP).

“Pneumonia yang sering terjadi dan dapat bersifat serius bahkan kematian yaitu pneumonia komunitas. Angka kejadian pneumonia lebih sering terjadi di negara berkembang,” tulis PDPI.(FINCO)

  • Bagikan