MANADO  

Bahas penanganan Covid-19 di Manado, Walikota dan Wawali ‘ngovi’ dengan wartawan

Walikota GS Vicky Lumentut dan Wawali Mor Bastiaan bersama peserta ‘ngovi’.

SITUASI pandemi corona virus disease 2019 atau Covid-19 yang dunia, termasuk di Kota Manado, berdampak pada sejumlah aspek kehidupan. Untuk memutus penyebaran wabah ini, semua pihak perlu dilibatkan, salah satunya media.

Karenanya, Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) menginisiasi menggelar ‘ngobrol virtual (ngovi)’ dan berdiskusi bersama wartawan di lingkungan Pemerintah Kota Manado, melalui aplikasi video conference (vidcon), Selasa (02/06/2020) malam.

Walikota GS Vicky Lumentut.

Ikut juga dalam rapat virtual ini yakni Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan bersama sejumlah pejabat terkait, antara lain Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 drg Sanil Marentek, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Donald Sambuaga, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatikan (Kominfo) Erwin Kontu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Johanis Waworuntu, dan Kabag Pemhumas Sonny Takumansang.

“Terima kasih kawan-kawan wartawan telah hadir bersama dalam rapat daring via aplikasi zoom ini,” ucap Walikota GSVL.

Persiapan menyambut tatanan era normal baru

Wakil Walikota Mor Bastiaan.

Membuka ruang tanya jawab, ia meminta saran dan masukan tapi juga mendiskusikan seputar masalah pandemi Covid-19, terlebih terkait persiapan menyambut tatanan era normal baru. Salah satunya yang dilakukan adalah adanya pos control di pintu masuk Kota Manado.

Walikota Manado 2 periode ini menjelaskan, pos pemeriksaan kesehatan yang disiagakan di setiap pintu masuk Kota Manado telah melakukan ujicoba atau sosialisasi protokol kesehatan menyambut tatanan era normal baru.

“Tahap pertama dalam uji coba, tiga hal terus disosialisasikan yakni pemeriksaan suhu tubuh, wajib memakai masker dan jumlah penumpang harus 50 persen dari jumlah seat atau kapasitas kendaraan roda empat,” ujar Walikota.

Ia menegaskan, apabila dalam pengukuran suhu tubuh ada ditemukan orang dengan panas di atas 38 °C, maka akan ditindaklanjuti dengan memeriksa identitas yang bersangkutan apabila warga Kota Manado akan diarahkan periksa lebih lanjut di fasilitas kesehatan baik Puskemas dan rumah sakit terdekat, kalaupun orang dari luar Manado maka akan dikembalikan ke daerah asal orang tersebut.

“Ini masih dalam tahapan ujicoba dan sosialisasi bagi para pengendara dan orang yang masuk di Manado, dan tiga syarat itu wajib dilakukan,” kata Walikota GSVL.

Langkah ini, menurut Walikota merupakan pengenalan menuju normal baru di pintu pos masuk, untuk setiap orang yang akan masuk Kota Manado.

“Terima kasih atas pengertian warga yang masuk Kota Manado, tahap pengenalan dan sosialisasi ini dilakukan untuk bahan evaluasi tentang kesiapan petugas kesehatan dan kebutuhan alat ukur panas di setiap pintu pos, agar nanti saat dimulai pelaksanaannya tidak menimbulkan antrian kendaraan yang panjang.

“Ayo mari kita jemput bersama era normal baru dengan tetap jaga jarak, pakai masker. Cuci tangan pakai sabun diair mengalir atau hand sanitizer, jangan suka berkumpul, Salam Sehat,” ajak Walikota GSVL.

Pedagang reaktif di pasar dievakuasi

Hal lain yang dibicarakan dalam rapat pertemuan virtual ini yakni terkait klaster Pasar Pinasungkulan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Manado, telah melakukan evakuasi pedagang reaktif di pasar tersebut pada akhir Mei 2020.

Hal itu dilakukan, karena usai dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test beberapa waktu lalu, namun masih aktif berjualan di pasar. “Satgas telah memberikan edukasi dan sosialisasi, yang bersangkutan menerima dan bersedia melakukan isolasi mandiri di rumah,” ujar Jubir Satgas Covid-19 Manado, drg Sanil Marentek.

Ia juga menambahkan, masih ada satu orang yang berjualan namun sudah dievakuasi ke tempat karantina di Bapelkes Malalayang.(LIPSUS)