Pesan Paskah PGI 2021: Kita masih menangis, namun bukan tanpa harapan

Pertanyaan berikutnya malah mengingatkan Maria untuk melihat kembali dengan benar kepada sang penanya, “Siapakah yang engkau cari?” Kembali Maria belum memahami dan mengira yang bertanya kepadanya adalah penunggu taman. Karena kesedihannya, dia tidak mengenali yang bertanya kepadanya dan meminta agar sang penunggu taman mengembalikan jasad Yesus kepada mereka.

Ketika Yesus menyapanya dengan nama, “Maria!” Maria mengenali suara yang bertanya kepadanya. Kali ini dia berpaling (Yoh. 20:16). Kata “berpaling” (Yun. strapheisa) menandai gerakan merespons suara yang amat dikenalnya.

Fokusnya beralih ke satu titik, Yesus yang menyapanya secara personal. Ketika mengenali Yesus, Maria memanggil-Nya dengan sebutan yang sangat personal: “Rabbouni” (“Guruku” atau “Tuanku”).

Dalam tangis dan kekhawatiran karena Pandemi, kita berseru kepada Allah, namun kesedihan juga bisa membuat kita tidak mengenali Kristus yang bangkit. Ketika mendengar suara yang akrab baginya, Maria berpaling kepada Sang Hidup, yang telah ada di hadapannya.

Kebangkitan Kristus mengingatkan kita bahwa kematian telah dikalahkan, bahwa Dia tidak meninggalkan kita. Kristus ada di depan kita, dan kita perlu berpaling, memfokuskan pandangan kita kepada-Nya, Sang Hidup. Namun demikian, oleh berbagai sebab dan kerapuhan, kita mungkin terhalang untuk berpaling kepada-Nya.