5. Tahir & Family: US$3,3 miliar (925 di dunia)
Tahir terlahir dengan nama Ang Tjoen Ming di Surabaya 26 Maret 1952 atau berumur 66 tahun. Usaha yang dilakoni Tahir di bawah bendera Mayapada Group meliputi perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak/duty free shopping (DFS). Nilai kekayaan Tahir diperkirakan mencapai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp51 triliun.
6. Eddy Kusnadi Sariaatmadja: US$3 miliar (1008 di dunia)
Eddy Kusnadi Sariaatmadja adalah satu pengusaha yang berhasil di industri pertelevisian. Bisnis itu dimulai dari Emtek Grup. Di bawah kepemimpinannya, pada 2006, aset yang dimiliki PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang menaungi SCTV, mampu meraih keuntungan hingga senilai Rp1,82 triliun. Penjualan bersihnya mencapai Rp1,2 triliun.
Keluarga Eddy Kusnadi mampu menguasai saham SCTV sebesar 78,69%. Setahun sebelumnya, Eddy membeli saham SCTV dan mayoritas kepemilikan Surya Citra Media berada di tangan Eddy. Selain itu, Eddy Kusnadi membeli saham dari PT Citrabumi Sacna milik Henry Pribadi serta PT Indika Multimedia milik Agus Lasmono, putra salah satu pendiri SCTV.
7. Jerry Ng: US$2,5 miliar (1249 di dunia)
Jerry Ng adalah nama yang tak asing di dunia perbankan. Ia sudah lama malang melintang di industri keuangan nasional. Ia merupakan orang di balik kesuksesan bank BTPN, yang kini sudah merger dengan Bank Sumitomo di Indonesia.
Kemudian, ia keluar dari BTPN setelah bank tersebut merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia. Jerry memilih untuk menjadi enterpreneur dengan mengakuisisi PT Bank Artos Tbk (ARTO) dan menjadikannya bank digital dengan nama baru yaitu PT Bank Jago.
8. Theodore Rachmat: US$ 1,7 miliar (1833 di dunia)
Pria kelahiran Majalengka, 15 Desember 1943, ini mendirikan Triputra Group pada tahun 1998, yang bergerak di bidang agribisnis, manufaktur, pertambangan, distribusi otomotif, hingga logistik.
Namun legacy yang ditorehkannya di industri justru jauh lebih besar dari itu. Salah satunya adalah PT Astra Internasional Tbk, di mana Teddy ikut merintisnya sebagai karyawan yang ke-15 pada tahun 1968.
9. Mochtar Riady & Family: US$ 1,7 miliar (1833)
Sebelum dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses, Mochtar Riady, pendiri dan Chairman Lippo Group dikenal sebagai bankir kawakan. Di tangannya empat bank bertransformasi menjadi bank besar.
Mochtar Riady jadi orang di balik kesuksesan Bank Buana yang kini menjadi Bank UOB Indonesia, Bank Panin, Bank BCA, dan CIMB Niaga.
10. Djoko Susanto: US$1,7 miliar (1833)
Djoko Susanto merupakan pendiri jaringan ritel Alfamart yang memiliki kekayaan US$1,7 miliar. Pada 2020 ia masuk daftar orang terkaya di Indonesia nomor 19.
Divisi propertinya bernama Alfaland yang mengoperasikan Omega Hotel. Dia adalah keenam dari 10 bersaudara, umur 17 tahun dia sudah berjualan di pasar tradisional Jakarta.















