“Perlu melaksanakan koordinasi kesiapsiagaan, berbagai peran dan menyiapkan sumber daya, siapkan rencana kontinjensi, bila perlu laksanakan gladi dan simulasi dengan melibatkan seluruh stakeholder dan sosialisasikan kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan dan apa yang harus dilakukan,” jelasnya.
Ditambahkanya, bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan langkah preventif dalam mengantisipasi penanggulangan bencana alam yang telah diatur dalam undang-undang.
“Paradigma penanggulangan bencana telah berubah dari responsif menjadi preventif, kewaspadaan dalam menghadapi musim hujan ini harus ditingkatkan di wilayah-wilayah yang langganan atau berpotensi banjir dan tanah longsor,” katanya.
Pada kesempatan tersebut dilaksanakan sosialisasi mobil masker yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diserahkan kepada 17 kecamatan di Minsel yang diwakili 5 kecamatan, unsur TNI, Polri dan Ikatan Offroad Federation (IOF), serta Orari yang diserahkan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Minsel.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Petra Rembang bersama unsur Forkopimda.
(toar)

















