“Ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian” (ay.9).
Ia bahkan bertekad akan menjalankan pelayanannya dengan sepenuh hati dan tidak berubah walaupun menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan.
Paulus menunjukkan sikap kejujuran, komitmen mengenai pelayanannya yang tidak menyusahkan orang lain, senantiasa memberitakan Injil dengan ketulusan, sehingga banyak orang yang percaya kepada Tuhan (ay. 10-11).
Di jemaat Korintus, ada banyak rasul palsu yang menyamar seakan-akan merekalah pelayan Tuhan yang sebenarnya. Kepalsuan mereka nampak dari sikap yang tidak mengasihi jemaat, tidak tulus dan hanya mencari keuntungan diri sendiri.
Ajaran-ajaran mereka tidak sesuai dengan ajaran Kristus dan menyesatkan jemaat. Mereka memegahkan/membanggakan diri sendiri dan perbuatanperbuatan mereka jahat.
Apa yang diperbuat oleh Paulus untuk membuktikan bahwa ia tidak sama dengan rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang yang hanya mementingkan diri sendiri, sebab terkadang iblispun bisa menyamar sebagai malaikat terang.
Sekaligus juga ia hendak menyatakan bahwa ia tidak memanfatkan kerasulannya hanya untuk memperkaya diri (ayat 12-15).















