Selanjutnya Paulus tampil dengan kerendahan hati “jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh”, ungkapan ini mencerminkan sikap yang tidak sombong dari seorang rasul yang terkenal. (ay, 16-17).
“Karena banyak orang bermegah secara duniawi” (Yun. σρκα sarx: daging, tubuh). Artinya ada orang yang suka bermegah atas perbuatan-perbuatan yang didasari oleh pikiran sendiri, terpisah dari Tuhan.
Kamu begitu bijaksana (φρόνι μος phronimos: kebijaksanaan praktis). Kebijaksanaan dari jemaat Korintus digambarkan dalam tindakan kesabaran, yakni ketika mereka berhadapan dengan orang-orang yang tidak memiliki pengertian (orang-orang yang tidak rasional), yaitu rasul-rasul palsu, mereka melakukan dengan senang dan sukacita.
Akan tetapi, rasul Paulus sebenarnya sedang menyindir tentang sikap jemaat Korintus yang lebih menerima rasul-rasul palsu, daripada rasul Paulus yang telah membawa mereka kepada Kristus (ay18-21).
Paulus menantang jemaat dengan pertanyaanpertanyaan: “Apakah mereka orang Ibrani, orang Israel, keturunan Abraham? Apakah mereka pelayan Kristus? (Yun.δι άκον ος diakonos: hamba yang melayani, diaken).
Paulus adalah orang Ibrani, orang Israel dan yang pasti adalah keturunan Abraham, ketegasan jawaban ini adalah bukti bahwa ia tidak ingin jemaat di Korintus terbawa arus untuk meragukan kerasulannya.















