Sedangkan Merpati adalah binatang setia, tidak mendua, penuh kasih, damai, tidak berdosa dan berkomitmen pada kebenaran.
Inti pesan Yesus dalam gambaran karakteristik tantangan medan pemberitaan Injil adalah bahwa penentang (oposisi) dan penganiayaan akan selalu ada di hadapan pemberita Injil.
Yesus Kristus hendak menyatakan bahwa pengikut-Nya adalah seperti domba yang tidak berdaya melawan serigala. Cara menghadapi serigala adalah, “cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”.
Artinya sebagai domba, ketika berhadapan dengan ancaman jangan melawan kekerasan dengan kekerasan, tetapi menghindar dari penganiayaan seperti ular dengan bijak, pintar, cepat mencari perlindungan, persembunyian, menghindar dari ancaman bahaya.
Tetapi tidak sebagai pengecut dan penghianat, melainkan seperti merpati yang tulus; tidak mendua, setia, penuh kasih, damai, tidak tergoda dengan dosa dan berkomitmen pada kebenaran dalam segala keadaan.
Ayat 18-20. “Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.”
‘Digiring’ pada satu pihak, dimengerti sebagai dibenci, diadili dan dihakimi karena Yesus Kristus, tetapi pada pihak lain, adalah sarana kesaksian pemberitaan Injil kepada mereka yang tidak mengenal Allah.
Artinya dunia yang dikuasai oleh roh jahat akan selalu mengancam dan menyerang pemberita Injil. Tetapi itulah risiko yang harus dihadapi di medan pelayanan.
Yesus Kristus menguatkan pemberita Injil, jangan kuatir karena Roh Kudus akan menyertai, menguatkan ketika menghadapi ancaman dan mengalami penganiayaan dengan memberi hikmat untuk menjawab pertanyaan dan tuduhan agar kepada mereka yang tidak mengenal Allah, Injil keselamatan diberitakan.















