RELIGI  

MTPJ GMIM 5-11 Juni 2022 (Hari Pentakosta I) : Beritakanlah Injil dengan segala resiko

Tempat pelarian, persembunyian dan perlindungan kita adalah, “TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!”

(Mazmur 18:2) Yesus adalah Gembala kita memberi jaminan untuk hal itu. “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

Rasul Paulus menguatkan murid-murid Yesus Kristus. “Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” (Kis. 14:22; 22).

Oleh sebab itu, sesama orang percaya hendaklah saling menopang, menolong dan menguatkan ketika menghadapi kesengsaraan sebab penganiayaaan akibat tindakan penentang yang dikuasai oleh roh jahat, sebagai salah satu cara menghindari dan mengurangi penderitaan.

Ancaman penentang datangnya dari luar dan dari dalam. Ancaman dari luar datangnya dari mereka yang tidak mengenal Allah.

Bahkan kuasa roh jahat dapat menggunakan orang dari dalam keluarga dan sesama anggota jemaat untuk menentang dan menggoyahkan komitmen iman dan kebenaran Yesus dari pemberita Injil.

Yesus Kristus mengingatkan kita agar, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” (Matius 7:15 )

Sangat menyakitkan hati adalah ketika tantangan datang dari dalam yaitu: ketika dihianati oleh mereka yang dikasihi, dicintai, hidup bersama se rumah, ditolong, dinafkahi, dan lain sebagainya.

Oleh karena kita menerapkan kasih yang sesungguhnya. Kasih Yesus Kristus adalah kasih yang membebaskan, mencerahkan dan menyelamatkan.