RELIGI  

MTPJ GMIM 5-11 Juni 2022 (Hari Pentakosta I) : Beritakanlah Injil dengan segala resiko

Injil tidak akan dihalangi oleh pemberita Injil yang penakut dan pengecut, “karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.”

Orang percaya sebagai pemberita Injil harus berani mengatakan dan memberitakan secara terbuka rahasia atau misteri Injil yang hanya terungkap kepada mereka yang beriman kepada Yesus dan dikaruniakan Roh Kudus.

Jangan takut terhadap mereka yang menentang, mengancam hidup, menganiaya dan terutama terhadap kematian. Memang kematian selalu ditakuti dan dihindari manusia.

Bagi orang beriman kepada Yesus Kristus diberitakan bahwa maut telah dikalahkan dengan kebangkitan-Nya. Penganiayaan, penderitaan dan kematian hanya dapat membunuh tubuh.

Tetapi hanya Yesus Kristus yang dapat membinasakan baik tubuh maupun jiwa. Artinya roh jahat, kuasa kegelapan hanya memiliki kuasa atas kelemahan daging.

Seperti iblis yang membuat Ayub menderita. Tetapi tidak atas jiwa. Tidak atas semangat hidup. Bahkan Yesus Kristus dapat menyembuhkan dan membangkitkan tubuh dan menyembuhkan penderitaan orang yang sungguh beriman kepada-Nya.

Karena itu jangan takut memberitakan Injil! Sebab mata Tuhan senantiasa menjaga, memelihara, memperhatikan sampai hal kecil, seperti sehelai rambutpun dari orang percaya.

Makna dan Implikasi Firman

Murid Yesus Kristus yang baik dan setia adalah pemberita Injil. Pemberitaan atau kesaksiannya hanya akan bernilai, bermakna dan bermanfaat jika pendengarnya menerima Injil, percaya kepada Yesus Kristus dan mengubah hidupnya.

Yesus Kristus menggambarkan karakteristik medan pelayanan pemberitaan Injil sangat menantang dan mengancam. Karena medan pelayanan itu merupakan medan pertempuran antara roh jahat dengan Roh Allah.