Kasih itu tidak selalu menyenangkan dan mengenakkan. Inilah risiko yang harus siap kita tanggung.
Injil tidak dapat dihalangi oleh pemberita Injil yang ragu-ragu, penakut dan pengecut. Tidak berani mengambil risiko karena ragu-ragu, kuatir, takut hidup di luar zona nyaman.
Berkompromi dengan roh jahat, tidak menyampaikan kebenaran Injil dengan hanya menyampaikan khotbah yang menyenangkan telinga, tidak tulus melayani, tidak tegas bersikap adil dan benar (bersikap mendua, ambivalent), dan seterusnya karena ingin hidup di zona nyaman.
“Karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.”
Mereka yang bersikap berani, berintegritas dan konsisten berkomitmen iman, mengaku dan memberitakan kebenaran Injil, akan diakui Yesus Kristus di depan Bapa di sorga. Dan kepadanya tersedia tempat kediaman kekal di sorga.
Sebaliknya, mereka yang pengecut, kuatir dan takut serta tidak menyangkal diri, tidak mau memikul salib, tidak berani mengambil risiko serta tidak mengikut Yesus dengan dengan taat dan setia, memang akan senang di dunia.
Tetapi kepadanya akan diberikan tempat penderitaan dan kesengsaraan kekal di neraka.
Pada hakikatnya semua jemaat-Nya adalah pemberita Injil. Namun Pelayan Khusus GMIM: Pendeta, Guru Agama, Penatua, dan Diaken diberi tanggung jawab khusus memperlengkapi anggota jemaat untuk hidup berpadanan dengan Injil Yesus Kristus.
Karena itu Pelayaan Khusus harus berani, berintegritas dan konsisten berkomitmen iman, mengaku dan memberitakan kebenaran Injil melalui perkataan dan perbuatannya, sebagai teladan, serta siap pikul salib sebagai risiko, dengan gembira dan penuh ucapan syukur.















