Murid Yesus Kristus adalah alat Roh Allah memberitakan Injil Kabar Keselamatan. Sementara orang yang tidak percaya digunakan sebagai alat roh jahat untuk melawan, menentang dan menganiaya pemberita Injil.
Rasul Paulus menegaskan, “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,…”(2 Tim.3:12)
“…karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging,…tetapi…, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat.“ (Efesus 6:12)
Murid Yesus Kristus sebagai pemberita Injil dimetaforakan sebagai domba di tengah-tengah serigala. Kita sebagai domba-Nya dipandang lemah, mudah dimangsa oleh kuasa roh-roh jahat di dunia (serigala).
Karena berusaha hidup kudus, suci, bersih, suka damai, tidak mau berkompromi dengan ketidakadilan, tindak kekerasan, peperangan, penganiayaan, korupsi, penipuan,dan lain sebagainya. Cinta kasih Yesus Kristus kita pancarkan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Sebagai domba-Nya yang lemah dan tidak berdaya menghadapi tantangan dan ancaman dari terkaman serigala, kita diajar, “hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”
Ketika berhadapan dengan ancaman jangan melawan kekerasan dengan kekerasan, tetapi menjauh dari penganiayaan seperti ular dengan bijak, pintar, cepat mencari perlindungan, persembunyian, menghindar dari ancaman bahaya.
Tetapi tidak sebagai pengecut dan penghianat, melainkan seperti merpati yang tulus; tidak mendua, setia, penuh kasih, damai, tidak berdosa dan berkomitmen pada kebenaran dalam segala keadaan.
Sebagai domba-Nya yang lemah dan tidak berdaya melawan kuasa roh jahat (serigala), kita sangat bergantung pada pertolongan kuasa Yesus Kristus dan harus selalu bersandar serta berharap pada-Nya.















