Tuhanlah sumber jawaban yang memberikan kepastian di setiap perjalanan hidup manusia.
Oleh karena itu, maka sebagai orang percaya terajak untuk mendasarkan segenap pergumulan dan perjuangan kita dengan berpegang teguh pada penggenapan janji Allah dan bukan pada kekuatan dan keinginan kita.
Dengan alasan tersebut maka tema minggu ini adalah “Takutlah Akan Allah”.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Terjemahan Alkitab bahasa Latin (vulgata) kitab ini disebut “Ecclesesiates” yang berarti Pengkhotbah. Kata “Pengkhotbah” terjemahan Ibrani Qohelet artinya Guru, pembicara, pengkhotbah, filsuf.
Pengkhotbah 1:1,12 menunjukkan nama samaran untuk Salomo, “anak Daud, Raja di Yerusalem” sebagai penulis kitab yang merupakan perwujudan hikmat Allah.
Nama kitab Pengkhotbah diambil dari ayatnya yang pertama, yang menyebutkan penulisnya sebagai “Pengkhotbah”.
Kitab Pengkhotbah menyampaikan sejumlah renungan berdasarkan firman Allah yang direfleksikan dari kehidupan nyata.
Kitab Pengkhotbah biasanya dibacakan pada pesta pondok daun, yaitu pesta memperingati perjalanan umat Israel di padang gurun.
Salomo menulis kitab Pengkhotbah, seakan mengungkapkan penderitaan pada masa tuanya.
Kitab Pengkhotbah dianggap sinis, pesimis, duniawi dan menyesatkan. Bagi Pengkhotbah segala sesuatu adalah kesia-siaan dan hampa.















