RELIGI  

MTPJ GMIM 16-22 Oktober 2022 : Takutlah akan Allah

Kegiatan kultus yang dimaksud adalah beribadah sambil mendengarkan firman, berdoa, menghormati dan menyembah Allah serta mempersembahkan korban.

Menghampiri untuk mendengarkan firman adalah wujud dari kesetian dan ketaatan untuk memberi diri dibentuk dan dibaharui oleh Allah agar menjadi bijaksana dalam menjalani hidup (Ams.4:1; Yes.28:3; Ul.28:49; Yeh.3:6).

Singkat kata, mendengarkan firman Allah dalam konteks kultus religius artinya secara vertikal bersedia dan terbuka menerima dan mentaati perkataan-perkataan Tuhan serta melakukannya secara horizontal setiap saat.

Mempersembahkan korban dalam kaitan “membayar nazar kepada Allah” adalah bukti dari wujud kesetiaan dan ketaatan mendengarkan firman Allah yang diekspresikan dalam sikap menyembah, sikap hormat dan disertai rasa syukur kepada Allah (Kej.31:54; Ke1.34:28; Im.17:8).

Menunda atau tidak membayar nazar adalah perbuatan mengkhianati kasih dan berkat Allah.

Pengkhotbah dalam bagian perikop ini juga hendak menasihati umat Allah untuk menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan jahat yang disebabkan oleh kebodohan.

Umat Allah dianjurkan untuk berhati-hati dalam kewaspadaan ketika hendak berkata-kata di hadapan Allah.

Karena, “mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi Iidah bercabang akan di kerat” (Ams.10:31).

Oleh karena itu, dengan tegas Pengkhotbah memperingatkan umat untuk menjaga setiap ucapan yang keluar dari mulut dengan kebijaksanaan, agar tidak mendatangkan murka Allah dan merusak pekerjaan tanganmu.

Orang percaya senantiasa diingatkan untuk Hidup Takut akan Tuhan, terus mencari dan mendekatkan diri kepada-Nya sambil membuka kehidupan untuk dibentuk dan dibaharui oleh Firman-Nya. Sehingga hidup yang dijalani tidak akan menjadi kesia-siaan.