RELIGI  

MTPJ GMIM 16-22 Oktober 2022 : Takutlah akan Allah

Makna dan Implikasi Firman

1. Hidup manusia adalah anugerah Tuhan Allah yang harus dijalani dan disyukuri. Tuhanlah yang memberi kesempatan hidup kepada setiap orang percaya untuk menikmati kasih dan kebaikan-Nya yang mendatangkan berkat dan sukacita.

Tidak ada suatu kuasa atau kekuatan apapun di muka bumi ini yang dapat memberi kehidupan kepada manusia selain Tuhan Allah.

Oleh karena itu, ketika kita masih diberikan kesempatan hidup, maka sebagai orang percaya wajib dan harus memaknai kesempatan hidup agar berarti dan bernilai bagi sesama demi kemuliaan Tuhan Allah.

2. Hidup Takut akan Allah haruslah ditandai dengan prilaku iman yang memiliki kerinduan dan kecintaan untuk beribadah kepada Tuhan dengan tekad membangun persekutuan yang berkualitas bersama Tuhan.

Persekutuan atau ibadah yang berkualitas adalah mengaku diri sebagai orang berdosa, berdoa, mendengarkan firman, memberi persembahan syukur dan bertekad melakukan firman dalam hidup yang bertanggung di hadapan Allah.

3. Orang percaya yang hidup takut akan Allah, senantiasa bersedia dituntun oleh hikmat Tuhan untuk bijaksana dalam mengayunkan langkah guna mencapai suatu tujuan yang mendatangkan kebaikan.

Sementara kebodohan akan menjerumuskan orang percaya pada perbuatan-perbuatan jahat yang hidupnya menuju pada kesia-siaan.

Itulah sebabnya orang percaya diingatkan untuk menjaga mulut dan hati dalam kewaspadaan; agar bijak, cerdas dan teliti serta teratur dalam tuntunan hikmat dan Roh Allah manakalah hendak berkata-kata kepada sesama. Amat terlebih saat berdoa kepada Allah.

4. Sebagai orang percaya, baik pribadi, keluarga, gereja dan pemerintah selalu dituntut pertanggungjawaban atas setiap kata yang diucapkan kepada sesama, amat terlebih kepada Tuhan.

Apalagi dengan nazar/janji hendaklah ditepati agar tidak menjadi beban/hutang. Hendaklah mulut dipergunakan untuk memperkatakan tentang kebenaran.

Karena “mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman” (Ams.10:11).