Seringkali didapati komentar-komentar yang menghakimi orang lain atas dasar seperti fanatisme agama, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya.
Tindakan saling menghakimi, fitnah, hoax menjadi salah satu pergumulan gereja masa kini.
Atas pergumulan ini dipilih tema minggu ini “Jangan Menghakimi Supaya Engkau Tidak Dihakimi”.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Perbedaan khas yang dimiliki Injil Lukas dengan Injil yang lain terlihat dari gagasannya tentang keselamatan bagi bangsa-bangsa. Bahkan beberapa ahli menyebut Injil Lukas sebagai Injil Keselamatan.
Berbeda dengan Injil Matius dan Injil Markus yang menekankan makna peristiwa salib begitu luas, sementara Injil Lukas terlihat lebih berfokus kepada bagaimana seharusnya orang-orang percaya merespon peristiwa salib tersebut.
Lukas 6:37-42 merupakan bagian dari pengajaran Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya ketika berada di Galilea.
Sikap dan perilaku yang menjadi sorotan utama pada teks ini adalah tentang menghakimi (menjadi hakim). Dalam bahasa Yunani disebut krinete dari akar kata krino.
Yesus Kristus melihat bahwa ada krisis moral yang terjadi, di mana begitu sering orang saling menghakimi satu dengan yang lain. Tidak mau mengampuni hanya ingin diampuni dan bersifat munafik.
Jika dilihat dari gaya penulisan teks, terdapat makna-makna implisit atau satire yang tujuannya untuk menyindir.
Sindiran ini Yesus Kristus alamatkan kepada kaum elit pada masa itu. Entah mereka yang mengklaim dirinya sebagai ahli agama, ahli hukum atau ahli taurat, serta pemimpin-pemimpin lainnya.















