RELIGI  

MTPJ GMIM 12-18 Februari 2023 : Jangan menghakimi supaya engkau tidak dihakimi

Makna dan Implikasi Firman

1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta produk turunannya yang memudahkan pemenuhan kebutuhan hidup manusia membuat manusia dapat memperoleh kebutuhannya tanpa pertolongan orang lain.

Keadaan ini mendorong manusia bersifat individualistis, mementingkan diri sendiri.

Ketika seseorang melihat ada saudara atau teman lebih berhasil atau berkembang usahanya dari dirinya, maka segala daya upaya dilakukan untuk “menjatuhkan” dengan menuduh, menghakimi orang tersebut.

Ada yang mengatakan “bahwa hasil korupsi, meminta bantuan kuasa kegelapan, melakukan cara-cara yang tidak benar”.

Padahal kesuksesan yang diperoleh saudaranya adalah hasil usaha dan kerja kerasnya.

2. Orang percaya juga sering terjebak pada sikap menjadi “hakim” kepada saudaranya.

Ketika ia tidak senang karena mungkin adik atau kakaknya mendapat warisan dari orangtua yang lebih banyak.

Ia mengatakan “papa dengan mama nyanda adil, pilih kasih, kita so nimau mo baku dapa lagi dengan dia.”

Terkadang ketika melihat tetangga berhasil, maka terdengar ucapan ”dorang kwa da jual tanah yang bukan dorang punya, atau pasti dorang berhasil karena jual diri.”

Jadilah orang percaya yang mampu melihat segala hal bukan hanya dari sudut pandang krbenaran diri sendiri tetapi memahami dan mengerti kebenaran orang lain. Karena itu, jangan cepat-cepat menghakimi orang lain.