3. Tuhan Allah menyatakan diri dengan perbuatan-perbuatan yang “dahsyat” (Ibr. Nora: ay 6) dengan keadilan.
Kedahsyatan-Nya menimbulkan kekaguman dan rasa takut orang yang diam di ujung-ujung bumi.
Artinya seluruh penduduk bumi secara universal merasakan kedahsyatan kekuatan dan keadilan Tuhan Allah yang menyelamatkan umat-Nya. (ay.7-8)
Hal itu nampak ketika Ia membebaskan umat-Nya dengan dahsyat (Kel 15:11), menghalau bangsabangsa (2 Sam 7:23), disegani di antara bangsa-bangsa (ay 9) (band. Ul. 28:5,8; Zef 2:11).
Tetapi kedahsyatan tandatanda mujizat itu disempurnakan di dalam Yesus Kristus (Yoh 6:26) agar menjadi kemuliaan bagi dunia dan manusia secara luas.
Tuhan Allah menyatakan kasih-Nya terhadap umat-Nya tetapi juga bagi orang lain.
4. “Semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi” atas karunia kelimpahan dan kekayaan dari Tuhan Allah.
Tanah yang subur dan dan padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum adalah berkat yang menyertai orang yang dipulihkan dan diselamatkan.
Umat bersuka ria atas kebaikan Tuhan Allah (ay 12-14) (Band. Mazmur 96:12) Ucapan syukur adalah tindakan pemberian diri (nazar) kepada Tuhan Allah atas kasih karunia-Nya. (ay 5).
















