RELIGI  

MTPJ GMIM 1-7 Oktober 2023 : Wujudkan Belas Kasihan

Ahli Taurat tersebut bertanya tentang bagaimana cara memastikan hidup kekal tersebut, walaupun ada kesadaran besar dalam diri orang Yahudi bahwa mereka telah ada “di dalamnya” sebagai bagian dari umat pilihan Allah sendiri.

Yesus Kristus merespons pertanyaan ini dengan mengajukan pertanyaan yang didasarkan-Nya pada hukum Taurat, yang menunjukkan bahwa Yesus Kristus mengakui otoritas dari hukum Taurat, sekaligus membawa ahli Taurat tersebut pada hukum-hukum yang selama ini dipelajarinya sendiri, di mana dia disebut sebagai ahlinya.

“Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” (ay. 26).

Ahli Taurat ini menjawab, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ay. 27).

Jawabannya didasarkannya pada perintah terutama dalam seluruh Taurat, yakni hukum kasih kepada Allah dan sesama (bnd. Imamat 19:18; Ulangan 6:5). Yesus Kristus menyatakan kebenaran jawabannya (ay. 28)

Sekaligus memerintahkannya untuk tetap melakukannya dengan segera (poiei: melakukan, present imperative).

Respons Yesus Kristus tidak menjadi penutup dari diskusi yang sedang berlangsung tersebut.

Ahli Taurat tersebut memiliki pertanyaan klarifikasi lanjutan, yakni untuk membenarkan dirinya.