MITRA  

Komitmen dr Marsel Potalangi tingkatkan pelayanan, Tim Surveior KARS datangi RSUD Mitra Sehat

Direktur RSUD Mitra Sehat dr. Marsel Potalangi (keempat dari kanan) saat menerima kedatangan Tim Surveior KARS

RATAHAN, BERITASULUT.co.id – Tim Surveior Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mitra Sehat, Kamis (7/12/2023).

Kedatangan Tim Surveior ini di pimpin langsung oleh Ketua KARS dr. Judiwan Maswar, MARS, FISQua dan anggota KARS Ns. Lussy Kambey, S.Kep, M.Kes. Mereka disambut langsung Direktur RSUD Mitra Sehat, dr. Marsel Potalangi beserta jajaran yang ada.

Potalangi mengungkapkan, kedatangan Tim Surveior KARS ini tujuannya adalah untuk melakukan penilaian dalam rangka akreditasi Rumah Sakit. Dan selama 3 hari kedepan mereka akan memantau secara langsung pelayanan yang ada di RSUD Mitra Sehat.

“Akreditasi Rumah Sakit ini sangat penting dan bukan penilaian biasa. Beberapa poin penilaian dilakukan oleh Tim Surveior baik dari administrasi, keuangan serta tata letak ruangan sampai pada IPAL tak lepas dari penilaian,” ungkap Potalangi.

Potalangi pun berharap kedepan RSUD Mitra Sehat telah terakreditasi. Ia menekankan, pada intinya pelayanan kepada pasien yang paling diutamakan.

“Ini salah satu bentuk komitmen kami dalam meningkatkan mutu pelayanan di RSUD Mitra Sehat dan akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Tidak hanya sesuai standar operasional prosedur Rumah Sakit, namun juga standar kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Manajemen Fasilitasi Keselamatan drg. Osin Waas menuturkan, pada pelaksanaannya Rumah Sakit harus bisa memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungannya sampai pada sumber daya manusia.

“Karena hal tersebut juga menjadi kriteria dari Tim Surveior KARS di RSUD Mitra Sehat. Paling utama disini yaitu sumber daya manusia di Rumah Sakit. Itu yang paling utama disini,” ungkap Waas.

Ia pun menyakini RSUD Mitra Sehat akan memperoleh hasil yang diharapkan. Sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat Minahasa Tenggara, secara khusus di bidang pelayanan kesehatan. (HENGLY)