MTPJ GMIM 25 Desember 2023 (Hari Natal I) : Raja yang Lahir di Palungan

Inilah wujud kerendahan hati Tuhan Allah demi menyelamatkan manusia dan semua ciptaan.

Dalam Zakharia 9:9 dikatakan: “Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”

Sementara kuda menjadi lambang “kekuatan”, keledai menjadi lambang “kerendahan hati”.

Saat ini kita sedang berada dalam hingar-bingar tahapan proses pemilihan para wakil rakyat atau anggota legislatif (Pileg) dari pusat sampai daerah.

Puncaknya pada hari pemilihan Tanggal 14 Februari 2024. Saatnya kita merenungkan pula apa arti kekuasaan di tengah kehidupan gereja dan masyarakat.

Sudahkah kekuasaan menjadi “alat” pelayanan kasih bagi terciptanya damai sejahtera di segala bidang kehidupan.

Ketika kekuasaan kehilangan kerendahan hati dan kasih maka ia menjadi alat kekuatan untuk saling menjegal, bukan untuk berkompetisi dengan “sehat”.

Tak heran masih dijumpai hoax, fitnah, kampanye hitam, di tengah berbagai bentuk kompetisi kehidupan, entah di politik, ekonomi dan lain sebagainya.

Dengan menghayati Yesus Kristus sebagai Raja yang lahir di palungan, kita merenungkan tentang Natal yang berlimpah makna.

Natal yang membawa sukacita dan kebahagiaan. Sekaligus Natal yang membawa pengharapan akan kepastian hidup ke depan.