Ibadah yang sejati dari kata Yunani: logike latreia, artinya “pengabdian”, berarti ibadah merupakan suatu pengabdian kepada Tuhan Allah.
Orang percaya harus menjaga kesucian dan kekudusan tubuh untuk dipersembahkan kepada Tuhan Allah.
Demikian dengan ibadah yang sejati tidak terbatas pada ruang dan gerak saja, tetapi apapun yang umat-Nya perbuat dan kerjakan dalam hidup harus melakukannya untuk Tuhan Allah.
Esensi ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh tubuh sebagai implikasi iman percaya kepada Yesus Kristus yang hams termanifestasi dalam kehidupan berjemaat, sesuai karunia masing masing yang berbeda dari Tuhan Allah.
Dan harus dilaksanakan dalam kesadaran dan upaya memelihara keesaan sebagai satu tubuh di dalam Yesus Kristus.
Ayat 2: Paulus memperhatikan sisi lain jemaat di Roma, bahwa kehidupan mereka telah menjadi serupa dengan dunia.
Hal ini nyata karena dosa merusak kehidupan mereka, sehingga tidak hidup berkenan kepada Tuhan Allah. Jemaat harus merubah sikap, kelakuan dan cara hidup.
Apa yang baik dan sesuai kehendak Tuhan Allah itu dapat dilakukan dan dipertahankan, tetapi yang jahat dan tidak berfaedah harus dilepaskan dan ditinggalkan.
Kata dunia bahasa Yunaninya “aion” artinya “masa yang sangat panjang,” ketika itu manusia dikuasai dosa yang berakibat kerusakan dan kematian.
Tuhan Allah menghendaki jemaat bertobat dan datang kepada-Nya dengan pembaharuan budi.
















