Gereja tidak dapat dipisah-pisahkan karena mereka memiliki kesamaan dan kesatuan. Tuhan Allah ada di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
Ayat 7-10. Paulus menegaskan tentang perbedaan di dalam kesatuan ”bahwa masing-masing orang diberi anugerah yang berbeda-beda’.
Perbedaan anugerah ini, dasarnya menurut ukuran pemberian Yesus Kristus.
Masing-masing mendapat anugerah dari Yesus Kristus, sesuai dengan ukuran di mana Sang Pemberi berkenan memberikannya, yang satu dalam ukuran yang lebih besar dan yang lain lebih kecil, tetapi semuanya mendapatkan pemberian itu dari Pemberi yang sama.
Di dalam kesatuan, masing-masing orang dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Yesus Kristus.
Panggilan Tuhan Allah agar umat menjadi satu bukan menjadi seragam, tetapi masing-masing mempunyai bagiannya sendiri.
Mereka satu di dalam keberagaman bukan satu dalam keseragaman.
Dasar pemberian karunia kepada individu dalam jemaat adalah karena Yesus Kristus sudah “turun ke tempat rendah” dan juga telah naik ke tempat tinggi. Itu berarti Ia memenuhi segala sesuatu.
Jadi, gereja mendapatkan karunia-karunia karena Yesus Kristus memenuhi segala sesuatu yang telah dibuktikan melalui kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga.
Ayat 11-12. Paulus mengatakan bahwa kehadiran para pelayan seperti rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar karena Tuhan Allah yang memberikan-Nya.
















