Melakukan pembinaan kepada penatua dan diaken di Efesus melalui doa dan nasihat-nasihat, agar melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang Tuhan Allah percayakan.
Gereja pun harus demikian, siap menggembalakan jemaat dengan melengkapi/mempersiapkan orang-orang percaya lainnya untuk lebih produktif, yaitu siap melayani Tuhan Allah dan aktif turut membangun tubuh Yesus Kristus.
2. Penting bagi seorang pemimpin jemaat untuk menempatkan prioritas pertumbuhan spiritualitas jemaat yang dilayaninya. Hal ini akan berdampak terhadap kemajuan bidang lainnya.
Tugas yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin atau pelayan adalah memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan dan untuk pembangunan tubuh Yesus.
Dan terlebih juga pemimpin harus menjadi ”pelayan” dan “teolog” yang melayani dengan panggilan dan visi, kesetiaan dan ketaatan yang jelas, tetapi juga memiliki dasar pemahaman injil yang jelas dan benar.
3. Tujuan Yesus Kristus memberikan pelayan kepada gereja adalah untuk memperlengkapi setiap orang-orang kudus.
Agar setiap anggota jemaat mampu dan memadai untuk melakukan pekerjaan pelayanan, baik kepada sesama orang percaya maupun kepada dunia.
Memperlengkapi bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Yesus.
Hal ini berimplikasi pada fungsi utama para pelayan khusus bahwa bukan hanya melayani melainkan untuk memperlengkapi anggota jemaat agar dapat melakukan pelayanan.
Warga gereja sangat membutuhkan pengajaran dan pembinaan, karena mereka yang akan mengajarkan kebenaran Firman Tuhan.
















