Kelahiran Yesus Kristus memberi arti baru kepada Nazaret, karena Ia dikenal sebagai Yesus Kristus dari Nazaret dan kemudian pengikut-Nya disebut nasrani.
Maria seorang Perawan (Yun: Parthenos berarti seorang gadis yang masih perawan) sedang bertunangan dengan Yusuf dan dari keluarga Daud. Ini menjelaskan status Maria saat itu.
Pertunangan adalah ikatan yang sah antara laki-laki dan perempuan tapi belum bisa tinggal bersama dan berhubungan suami-istri.
Maria adalah seorang gadis yang tetap hidup menurut aturan dan Hukum Tuhan. Ia menjaga kekudusan hidupnya dan tidak mencemarkan dirinya dengan dosa seksual.
Kedua: Berita kepada Maria (Ayat 28,30-33, 35-37).
Dalam ayat-ayat ini Malaikat Gabriel menyampaikan berita kepada Maria diawali dengan kata salam (Yunani Khaire berarti bersukacitalah, bergembiralah).
Ini adalah salam yang umum di masa itu untuk menyatakan rasa hormat, maksud baik dan kesejahteraan bagi Maria.
Dilanjutkan dengan sapaan khusus untuk Maria yaitu “yang dikaruniai” (Yun: kekharitomene) artinya mengaruniakan secara berlimpah (Latin: gratia plena) dalam ayat 28 dan “yang beroleh kasih karunia” (Yun: kharin; TB 2: anugerah) dalam ayat 30b.
Hal ini mengandung makna bahwa Tuhan Allah berinisiatif memberi sesuatu yang istimewa kepada Maria yaitu anugerah yang bersumber dari-Nya bukan karena kebaikan, prestasi atau usaha manusia tapi karena kehendak atau perkenanan-Nya.
Inti berita yang mau disampaikan adalah tentang Yesus Kristus (ayat 32-33). Inilah Proklamasi tentang Yesus Kristus dan misi-Nya di tengah dunia ini.
















