Ketiga: Perikop ini mencatat tiga kali respon Maria terhadap malaikat Gabriel (Ayat 29, 34, 38).
Yaitu dalam ayat 29: Maria terkejut dan bertanya dalam hati, dalam ayat 34: bertanya kepada malaikat, dan dalam ayat 38: pernyataan kesiapan Maria menerima semua yang dikatakan kepadanya.
Hal ini mau menunjukkan bagaimana Maria mendengar dengan sungguh dan membuka diri untuk memahami apa yang disampaikan oleh malaikat Gabriel.
Maria cukup kritis untuk menanggapi, memahami dan akhirnya mengambil keputusan.
Dari pernyataan Maria di ayat 38 menunjukkan bahwa Maria menerima semua itu sebagai bentuk ketaatannya kepada Tuhan Allah.
Ia mengidentifikasikan dirinya sebagai hamba perempuan yang harus taat, patuh, setia dan hidup melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Allah.
Kesiapannya menerima ini bukan tanpa risiko, tetapi ketaatannya jauh lebih besar dari ketakutannya terhadap risiko yang akan menimpa dia sehingga ia mengambil keputusan, “jadilah padaku menurut perkataanmu”.
Makna dan Implikasi Firman
1. Bagi Tuhan Allah tidak ada yang mustahil. Karena itu Ia dapat memakai siapa saja dan di mana saja untuk melaksanakan rencana dan karya-Nya.
Pilihan Tuhan Allah bukan berdasarkan sesuatu yang dimiliki oleh manusia tetapi karena kasih karunia-Nya.
Elisabet yang sudah tua dan mandul boleh mengandung memberikan sukacita dan Maria seorang perawan mengandung Anak Allah yang Mahatinggi. Hidup dalam Tuhan Allah membawa keajaiban.
















