Sementara itu, juga diberi penegasan bahwa hanya ada satu tempat kudus yang dipilih Allah yaitu Bait Allah di Yerusalem dan hanya ada satu Tuhan yaitu YHWH.
Teks Alkitab Ulangan 30:11-20 berisikan bagian dari pidato Musa yang disampaikannya kepada orang Israel manakala umat Tuhan akan memasuki tanah Kanaan.
Israel akan memulaikan babak baru dalam hidup mereka setelah perbudakan di Mesir dan mengembara di padang gurun. Suatu kehidupan yang tentu berbeda dari keadaan sebelumnya.
Sekarang Musa mengingatkan kembali bahwa perintah atau firman yang menjadi penuntun hidup sebagai umat Tuhan bukan lagi hendak dicari di mana-mana atau di tempat lain tapi sesungguhnya sangat dekat dengan mereka.
“Sangat dekat” (קָר֥וֹב qā-rō-wḇ) artinya firman Tuhan (Torah) itu memang dekat dengan umat Tuhan sebab selalu dibacakan dan diingatkan dalam setiap perayaan hari-hari raya umat.
“Di dalam mulut” berarti firman itu selalu dibacakan dan dihafalkan. Serta “di dalam hati” berarti selalu diingat karena menjadi bahan hafalan secara terus-menerus.
Oleh karena itu Musa memperhadapkan kepada mereka suatu keadaan yang dapat mereka pilih sebagai umat Tuhan tatkala mereka hendak menduduki tanah perjanjian itu.
“Kehidupan” (הַֽחַיִּ֖ים ha-ḥay-yîm) dan “Keberuntungan” (haṭ-ṭō-wḇ; “Baik”) atau “Kematian” (הַמָּ֖וֶת ham-mā-weṯ) dan “Kecelakaan” (hā-rā‘. “Jahat).
Itulah yang menjadi pilihan mereka sebagai umat Tuhan yang akan menduduki tanah perjanjian.
Menarik bahwa di antara pilihan-pilihan yang mempunyai konsekuensi itu, Musa memberi tawaran sekaligus nasihat agar memilih mengasihi Tuhan Allah, hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya mereka hidup.













