Hidup yang dimaksud adalah keadaan kehidupan yang utuh dan terpuaskan dalam persekutuan dengan Tuhan Allah.
Bahkan hidup yang dipilih oleh karena taat dan setia kepada Tuhan Allah akan berakibat pada keturunan yang bertambah banyak (Bertambah banyak keturunan adalah tanda/simbol berkat dalam dunia Perjanjian Lama) dan mewarisi tempat atau negeri yang diberikan Tuhan Allah.
Sebaliknya apabila umat Tuhan menyembah allah lain dan beribadah kepadanya, maka konsekuensi yang akan mereka alami adalah kebinasaan (אָבֹ֖ד ’ā-ḇōḏ ) dan tidak akan lanjut umur, sebagai tanda tidak menikmati kehidupan yang diberkati. Bandingkan dengan “Hidup dan bertambah banyak” dalam ayat 16).
Lalu Musa sekali lagi mengulang apa yang ia perhadapkan kepada umat Tuhan untuk dipilih atau dijalani yaitu Kehidupan atau Kematian, berkat atau kutuk sambil “memanggil langit dan bumi menjadi saksi.”
Dalam dunia Asia Barat Daya Kuno langit dan bumi dianggap mempunyai kuasa ilahi sehingga sering dijadikan sebagai saksi.
Namun dalam kehidupan Israel, langit dan bumi itu bukan sebagai dewa-dewa tetapi sebagai ciptaan Tuhan Allah.
Musa menegaskan kepada umat Israel “Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup baik engkau maupun keturunanmu” (Ayat 19).
Memilih kehidupan berarti Israel akan merasakan berkat di tanah yang diberikan Tuhan Allah sebagaimana janji-Nya sejak dari bapa-bapa leluhur Israel yaitu Abraham, Ishak dan Yakub.
Juga umat akan hidup dan lanjut umur apabila mereka mengasihi Tuhan Allah, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya.













