Hikmat dan kebodohan memanggil “orang yang tak berpengalaman” (Ibrani: peti) dan “orang yang tak berakal budi” (Ibrani: khasar-lev).
Kata peti dan khasar-lev, menggambarkan sasaran utama dari panggilan hikmat dan kebodohan.
Mereka adalah orang-orang yang naif (lugu, kurang pengalaman), tetapi juga rentan terhadap pengaruh buruk.
Hikmat memanggil dengan tujuan untuk mengajar, membimbing, dan memberikan kehidupan sejati kepada mereka.
Kebodohan menawarkan kesenangan semu dan kepuasan sesaat (ayat 16-17), tetapi jalannya mengarah pada kematian (ayat 18). Undangan ini mencerminkan godaan yang menipu dan menyesatkan.
Karena itu penting untuk bijaksana dalam memilih suara mana yang akan didengarkan dan peka mengenali taktik-taktik manipulatif yang digunakan oleh kebodohan dan memilih untuk mengikuti hikmat Tuhan.
4. Hikmat Membawa Berkat dan Umur Panjang (ayat 10-12)
Ayat 9:10 menegaskan bahwa “permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian” menunjukkan bahwa pengetahuan sejati dimulai dengan pengakuan akan Allah dan ketaatan pada perintah-Nya.
Kata takut (Ibrani: yir’ah) bermakna menuruti, bersikap tunduk atau patuh (Ing. Submissive). Ini adalah fondasi penting untuk membangun kehidupan bijaksana dan bermakna.
Ayat 11 juga menyatakan bahwa “Karena oleh aku umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah.”
















