RELIGI  

MTPJ GMIM 4-10 April 2021: Beritakan, Yesus Bangkit!

Pemberian daftar nama para perempuan dalam kisah ini oleh Lukas dan penginjil lainnya sekaligus memiliki signifikansi yang besar. Jelaslah bahwa penyebutan nama-nama ini secara spesifik menunjukkan bahwa kisah di seputar kebangkitan Yesus ini adalah benar dan dapat dipercaya (reliabile), ditambah fakta bahwa mereka yang disebutkan tersebut adalah perempuan.

Di kalangan orang Yahudi di zaman tersebut, kaum perempuan tidak dipercaya dalam hal memberi kesaksian, termasuk di pengadilan. Sangatlah tidak mungkin bila Lukas hendak mengarang kisah kebangkitan Yesus ini, namun memakai perempuan sebagai tokoh dalam ceritanya. Jelaslah bahwa Lukas dan penginjil lainnya menceritakan peristiwa yang terjadi tersebut apa adanya.

Hal ini terlihat juga dalam kisah ini ketika para rasul menganggap perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu (ayat. 11). Ayat 12 secara khusus menunjukkan respons Petrus atas kabar yang didengarnya.

Cerita para perempuan tersebut mendorong Petrus untuk segera pergi ke kubur Yesus. Tindakan ini dapat dilihat sebagai petunjuk bahwa Petrus percaya kepada perkataan para perempuan tersebut, sehingga ia pergi ke kubur untuk memastikannya. Hal ini karena Petrus telah belajar untuk mempercayai perkataan Yesus (band. Lukas. 22:61-62).

Apa yang dijumpai Petrus ketika menjenguk ke kubur tersebut, yakni hanya kain kapan yang digunakan Yesus saja, membuatnya terheran-heran (thaumazon) atas apa yang terjadi.