Makna dan Implikasi Firman
Kebangkitan Yesus adalah penggenapan dari apa yang telah dinubuatkan oleh Kitab Suci dan apa yang dijanjikan oleh Yesus sendiri kepada murid-murid-Nya, bahwa sesudah Ia menderita dan dibunuh, Ia akan bangkit pada hari ketiga.
Kejadian di Minggu pagi itu telah membuat para perempuan yang menjumpai kubur kosong itu kebingungan dan ketakutan, namun hal itu tidak menghentikan mereka dari memberitakan kabar yang besar itu kepada para murid yang lain.
Didorong oleh perkataan para malaikat dan janji Yesus yang ditegaskan kembali kepada mereka, para perempuan itu pergi dan memberitakan bahwa Yesus bangkit! Pemberitaan itu tidak selalu berjalan mulus sebab tidak sedikit yang meragukan dan tidak percaya atas pemberitaan tersebut, namun kabar baik itu harus terus digemakan.
GMIM sebagai gereja Tuhan dipanggil dan diutus untuk terus memberitakan kabar sukacita bahwa Yesus telah mati untuk dosa-dosa manusia dan bangkit mengalahkan maut. Pada pemberitaan inilah terletak pengharapan bagi keselamatan dunia.
Di Hari Paskah Pertama sekaligus Hari Anak GMIM ini, kiranya komitmen pemberitaan Injil ini terus diteguhkan, yakni dimulai dari keluarga-keluarga Kristen yang berkomitmen mengajar anak-anak tentang Yesus yang mati dan bangkit itu. Biarlah dari kecil, setiap anak boleh mengenal dan mengasihi Yesus sebagai Tuhan, Juruselamat, dan Sahabatnya.
















